Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menggelar rapat internal bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) sepulang dari kunjungan kerja ke Jepang. Rapat tersebut membahas berbagai praktik baik yang dapat diterapkan untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai kota yang bersih dan tertata.
Agung menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab satu OPD, melainkan seluruh OPD dan aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, semua pihak merupakan penghasil sampah sehingga harus terlibat aktif dalam pengelolaannya.
Ia menyampaikan, Pemerintah Jepang memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan serta berbagi praktik terbaik pengelolaan lingkungan. Praktik tersebut, kata Agung, akan diadaptasi dan disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik Kota Pekanbaru.
Agung optimistis Pekanbaru mampu menjadi kota yang bersih seperti kota-kota di Jepang. Ia menegaskan Pemko Pekanbaru tidak akan menyerah dalam membenahi pengelolaan sampah dan menanamkan kesadaran kolektif kepada masyarakat.
Selain pengelolaan sampah, Agung juga menyoroti filosofi pembangunan di Jepang yang lebih menekankan pada menjaga dan merawat, bukan sekadar mengganti dengan bangunan baru. Menurutnya, bangunan lama tetap dipertahankan dan dirawat sehingga memiliki nilai estetika dan fungsi yang berkelanjutan.
Agung menambahkan, kunjungan ke sejumlah pabrik pengolahan sampah berbasis Waste to Energy (WTE) di Jepang semakin menguatkan keyakinan Pemko Pekanbaru dalam menentukan arah kebijakan. Ia berharap langkah konkret yang akan diterapkan mampu membawa perubahan signifikan dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama.







Komentar