Yamaha–Pramac Bangun Fondasi Kebangkitan, Target Kompetitif Jelang Era Regulasi Baru MotoGP

Motorsport175 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Setelah melewati beberapa musim sulit di MotoGP, Yamaha mulai melakukan investasi besar sejak 2024, termasuk mempertahankan Fabio Quartararo dan mengembangkan mesin V4 yang direncanakan debut di motor M1. Langkah ini menandai upaya serius pabrikan Jepang tersebut untuk keluar dari periode penurunan performa.

Pada 2024, Yamaha juga meresmikan kemitraan strategis dengan Pramac, yang membuat mereka kembali memiliki tim satelit pada 2025 setelah absen sejak 2022. Meski pada fase awal performa motor masih terbatas dan kontribusi Pramac belum maksimal, Yamaha menilai musim lalu sebagai fondasi penting bagi proyek jangka panjang.

Direktur Umum Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menggambarkan kemitraan ini dengan metafora bambu—tumbuh lambat di awal karena memperkuat akar. Menurutnya, 2024 adalah fase membangun dasar, sementara 2025 menjadi titik perubahan untuk mulai menuai hasil.

Yamaha memberi Pramac status “tim pabrik kedua” sejak awal, dengan peran penting dalam pengembangan V4 dan rencana regenerasi pembalap, termasuk mempersiapkan Toprak Razgatlioglu sebagai bagian dari proyek masa depan. Pramac, yang sebelumnya meraih gelar tim dan pembalap bersama Ducati, diyakini membawa struktur dan pengalaman kuat.

Manajer Pramac Gino Borsoi menegaskan komitmen penuh timnya untuk membantu Yamaha kembali ke papan atas, dengan target utama memaksimalkan era regulasi baru. Musim 2026 diproyeksikan sebagai tahun pembelajaran V4, sebelum teknologi tersebut dimanfaatkan sepenuhnya pada 2027.

Pemilik Pramac Paolo Campinoti pun optimistis. Ia menilai 2026 sebagai tahun transisi, namun berharap Yamaha sudah mampu bersaing di papan atas dan mulai kembali ke podium. “Jika kami bisa kembali ke podium, itu akan fantastis,” ujarnya, menegaskan keyakinan pada arah kebangkitan Yamaha.

Komentar