Jakarta (Riaunews.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai 1.199 orang hingga Sabtu (17/1/2026). Sementara itu, jumlah korban hilang tidak mengalami penambahan dan tercatat sebanyak 144 orang.
BNPB melaporkan terdapat penambahan satu korban meninggal dunia di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Timur. Selain itu, jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 154.973 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.
“Sekarang ini upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan serta jembatan, hingga pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan. Upaya tersebut dilakukan oleh tim gabungan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya.
Selain itu, BNPB juga mengakselerasi pembangunan huntara dengan target selesai sebelum Ramadan. Dari total 49.919 unit rumah rusak berat, sebanyak 27.903 unit telah diajukan untuk pembangunan hunian sementara, dengan 5.788 unit masih dalam proses dan 782 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni.







Komentar