Kabut Tebal Hambat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung

Nasional165 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kabut tebal menjadi kendala utama Tim SAR gabungan dalam pencarian korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang dan menyulitkan proses penyisiran di medan pegunungan yang curam.

Koordinator TRC Brigade Siaga Bencana KTII Makassar, Sahruna Majid, mengatakan kabut masih menyelimuti area puncak meski cuaca di bawah terpantau cerah. Situasi ini membuat tim harus bergerak lebih hati-hati saat menyisir lokasi pencarian.

“Kondisi di atas berkabut, dan kami masih melakukan penyisiran korban. Cuaca di lokasi cerah, namun di puncak gunung jarak pandang sangat terbatas,” ujar Sahruna dalam wawancara dengan Pro3 RRI, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, kabut tebal memperlambat pergerakan tim SAR, terutama saat melakukan identifikasi lokasi yang dicurigai sebagai titik jatuhnya pesawat. Medan terjal dan licin akibat kondisi alam juga meningkatkan risiko bagi personel di lapangan.

Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan pencarian dan memperluas area penyisiran setelah menemukan sejumlah serpihan yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500. Namun hingga Minggu siang, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi tersebut.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, sehingga tim SAR terus mengoptimalkan pencarian meski terkendala kabut tebal di kawasan pegunungan.

Komentar