Jalan Makin Mulus, Wali Kota Pekanbaru Janji Berantas Balap Liar

Pekanbaru (Riaunews.com) – Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru menghadirkan tantangan baru dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Salah satunya maraknya aksi balap liar yang berpotensi membahayakan pengendara maupun masyarakat di sekitar jalan raya.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pemerintah kota berkomitmen menekan aksi balap liar melalui penertiban bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Polresta Pekanbaru.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jalan yang semakin baik dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman dan tertib.

“Karena jalanan di sini sekarang sudah semakin mulus, ada tantangan baru yang muncul yaitu maraknya aksi balap liar. Kami bersama jajaran Dirlantas dan Polresta Pekanbaru berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penertiban yang tegas,” ujar Agung di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).

Pemko Pekanbaru Targetkan Zero Balap Liar

Agung menjelaskan, kondisi jalan yang semakin mulus seharusnya diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara. Infrastruktur yang baik bukan untuk dimanfaatkan melakukan kebut-kebutan, melainkan mendukung mobilitas masyarakat secara aman dan nyaman.

Ia menegaskan, penanganan balap liar harus dilakukan secara serius melalui koordinasi lintas instansi. Pemko Pekanbaru ingin memastikan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan pengguna jalan tersebut dapat dihentikan.

“Kami berjanji, Insya Allah Kota Pekanbaru akan segera zero dari aksi balap liar,” tegasnya.

IMI Ingatkan Pentingnya Keselamatan Berkendara

Komitmen penertiban tersebut sejalan dengan perhatian Ikatan Motor Indonesia (IMI) terhadap keselamatan berkendara. Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, mengatakan keselamatan menjadi salah satu program utama organisasi yang harus diwujudkan melalui kesadaran setiap pengguna kendaraan.

“Berbicara mengenai keselamatan, hal tersebut sudah masuk di dalam program utama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Keselamatan berkendara itu dimulai dari diri kita sendiri,” terang Moreno.

Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi kepentingan pengendara kendaraan bermotor. Pejalan kaki hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan.

“Jadi, apabila kita berkendara dengan selamat, Insya Allah para pejalan kaki hingga warung-warung di pinggir jalan akan mempunyai hak yang sama atas keselamatan di jalan. Insya Allah kita semua selamat sampai tujuan,” ungkapnya.

Moreno menilai budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui kedisiplinan dan tanggung jawab bersama. Setiap pengendara perlu memahami bahwa tindakan di jalan raya dapat berdampak terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Ia juga memberikan penilaian positif terhadap perilaku masyarakat Pekanbaru dalam berlalu lintas. Meski demikian, pengawasan tetap perlu ditingkatkan, terutama pada malam hari untuk mengantisipasi aksi kebut-kebutan.

“Yang jelas, saya yakin masyarakat di Pekanbaru sangat tertib dalam berlalu lintas. Mungkin hanya perlu dimonitor pada malam hari agar tidak ada yang kebut-kebutan,” tutur Moreno.

Komentar