Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan waduk dan embung yang dibangun untuk mengendalikan banjir mendapat perawatan rutin. Pemeliharaan diperlukan agar fasilitas penampungan air tersebut tetap berfungsi optimal saat hujan deras.
Roni mendukung rencana Pemko Pekanbaru mengaktifkan kembali Waduk Cipta Karya pada 2027, menjajaki pembangunan waduk baru, serta memanfaatkan lahan cekungan sebagai tempat penampungan air.
“Kita melihat upaya Pemko untuk mengendalikan banjir, salah satunya dengan membangun waduk dan embung di sejumlah lokasi rawan banjir,” kata Roni, Kamis (29/10/2026).
Namun, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus diikuti pemeliharaan secara berkala. Salah satu persoalan yang perlu diantisipasi ialah pendangkalan yang dapat mengurangi kapasitas tampung air.
Pendangkalan Waduk dan Embung Perlu Diantisipasi
Roni menilai pendangkalan dapat mengurangi kemampuan waduk dan embung menampung air, terutama ketika hujan deras menyebabkan debit air meningkat.
“Selama ini kita kurang memperhatikan perawatan. Waduk dan embung harus diperiksa untuk memastikan apakah terjadi pendangkalan. Jika ada, perlu dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi fasilitas penampungan air sekaligus menentukan langkah penanganan yang dibutuhkan.
Jika ditemukan pendangkalan, Pemko Pekanbaru diminta segera melakukan normalisasi agar kapasitas tampung air kembali optimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya pengendalian banjir di sejumlah wilayah rawan genangan.
Pemko Diminta Pastikan Infrastruktur Berfungsi Optimal
Roni meminta Pemko Pekanbaru memeriksa kondisi seluruh waduk dan embung secara rutin, bukan hanya berfokus pada pembangunan fasilitas baru.
Ia menegaskan, pemeliharaan menjadi bagian penting agar anggaran pembangunan infrastruktur pengendali banjir memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Jangan sekadar membuat, tetapi juga harus dirawat,” tegasnya.
