27.250 Warga Riau Terserang ISPA, DPRD Kritik Penanganan Dampak Kabut Asap

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebanyak 27.250 warga di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau tercatat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mendapat sorotan DPRD Riau yang menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum menunjukkan langkah konkret dalam menangani dampak kesehatan yang dialami masyarakat.

Sekretaris Komisi I DPRD Riau sekaligus anggota Fraksi PKS, Amal Fathullah, menilai pemerintah perlu segera memperkuat penanganan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Amal mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah membagikan masker gratis kepada masyarakat. Namun, menurutnya, Pemprov Riau masih perlu meningkatkan upaya perlindungan dan penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

“Kita berharap ada langkah konkret terkait penanganan dampak ISPA, seperti penyediaan ruang oksigen dan masker untuk menangani korban ISPA. Ini tentu harus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” ujar Amal, Rabu (15/10/2026).

DPRD Minta Pemprov Riau Perkuat Penanganan ISPA

Amal mengaku belum melihat langkah konkret Pemprov Riau dalam mengoordinasikan instansi terkait untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla.

Ia meminta pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar warga terdampak memperoleh penanganan kesehatan yang memadai. Menurutnya, pemerintah juga dapat mempelajari upaya penanganan ISPA yang telah dilakukan daerah lain.

“Langkah pemerintah harus memberikan solusi nyata. Kita juga perlu mencontoh daerah yang sudah melakukan penanganan ISPA dengan baik,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait lainnya agar langkah penanganan dampak kabut asap dapat berjalan efektif.

Pekanbaru Catat Kasus ISPA Tertinggi

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, total kasus ISPA di wilayah tersebut mencapai 27.250 kasus yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan Kota Pekanbaru mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 7.434 kasus. Kabupaten Kampar menyusul dengan 3.629 kasus, Bengkalis 2.964 kasus, Kota Dumai 2.887 kasus, dan Kabupaten Siak 2.806 kasus.

” Kemudian Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus, dan Indragiri Hilir 79 kasus,” katanya.

Data tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Riau. Masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu mendapat perlindungan dan akses layanan kesehatan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.