Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut pada Kamis (15/10/2026) pagi. Data IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 215, masuk kategori sangat tidak sehat.
Konsentrasi polutan utama berupa partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 139,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Tingginya konsentrasi partikel tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Pada waktu yang sama, IQAir mencatat suhu udara Pekanbaru sebesar 24 derajat Celsius, kecepatan angin 3 kilometer per jam, dan kelembapan udara mencapai 98 persen.
PM2.5 Tinggi, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Kondisi kabut asap dan tingginya konsentrasi PM2.5 membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus. Warga juga dianjurkan menutup jendela ketika udara di luar rumah tercemar untuk mengurangi paparan polutan di dalam ruangan.
Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dampak kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Perkembangan Kualitas Udara Perlu Terus Dipantau
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru karena tingkat polusi dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta sumber pencemaran di sekitar wilayah tersebut.
Kewaspadaan diperlukan selama kabut asap masih menyelimuti kota dan konsentrasi PM2.5 berada pada tingkat tinggi. Pembatasan paparan udara tercemar menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat polusi.
