Tiga RTH di Pekanbaru Kembali Dibuka, Pengunjung Wajib Pakai Masker

Pekanbaru31 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru kembali membuka sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota untuk umum mulai Senin (12/10/2026). Namun, pembukaan tersebut masih terbatas karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya hilang.

Tiga ruang publik yang kembali dapat diakses masyarakat yakni Taman Putri Kacamayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, dan Taman Kota di Jalan Diponegoro.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan kebijakan tersebut menyusul perbaikan kualitas udara setelah hujan mengguyur Pekanbaru sejak akhir pekan lalu.

“Untuk RTH dan taman kota itu sudah dibuka kembali mulai hari ini,” kata Reza.

Pengunjung Wajib Menggunakan Masker

Meski kualitas udara mulai membaik, DLHK Pekanbaru tetap meminta masyarakat waspada karena kabut asap belum sepenuhnya menghilang. Untuk mengurangi risiko paparan asap, pengunjung wajib menggunakan masker selama beraktivitas di RTH dan taman kota.

“Jadi kita buka terbatas untuk RTH dan taman kota ini. Masyarakat wajib pakai masker kalau ke RTH, ini guna melindungi kesehatan masyarakat terhadap paparan kabut asap yang belum hilang sepenuhnya,” ujar Reza.

Selain kewajiban menggunakan masker, DLHK juga menerapkan pembatasan aktivitas di sejumlah area ruang publik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat selama kondisi udara belum sepenuhnya pulih.

Area Bermain Anak Masih Ditutup

DLHK Pekanbaru belum membuka area bermain anak di dalam RTH. Kebijakan ini mempertimbangkan anak-anak yang lebih rentan mengalami dampak buruk akibat paparan polusi udara.

Dengan pembukaan terbatas tersebut, masyarakat sudah dapat kembali menikmati sejumlah ruang terbuka hijau di Pekanbaru. Namun, pengunjung diminta mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk menggunakan masker dan tidak membawa anak-anak ke area bermain yang masih ditutup.

Pembatasan akan tetap menjadi perhatian selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Pekanbaru dan kualitas udara belum sepenuhnya pulih.