Pemko Pekanbaru Pastikan Kebutuhan 7 KK Korban Kebakaran di Rumbai Terpenuhi

Pekanbaru, Sosial31 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan kebutuhan dasar tujuh kepala keluarga (KK) korban kebakaran rumah di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai, terpenuhi.

Selain kebutuhan pokok, Pemko Pekanbaru menyiapkan bantuan pendidikan bagi anak-anak korban. Bantuan tempat tinggal juga didorong melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru untuk membantu warga yang kehilangan rumah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan perhatian tersebut saat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Lembah Damai, Rabu (7/10/2026).

Markarius menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami tujuh KK tersebut. Ia memastikan seluruh korban dalam kondisi aman dan telah mendapatkan tempat tinggal sementara.

“Ada yang mengungsi di tempat saudara dan ada juga yang menyewa di tempat tinggal baru. Yang terpenting, kami memastikan kebutuhan pokok mereka, seperti makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan lainnya terpenuhi,” katanya.

Pemko Siapkan Bantuan Pendidikan Anak Korban

Markarius mengatakan Pemko Pekanbaru juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak korban kebakaran. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru telah ditugaskan membantu menyediakan perlengkapan sekolah yang ikut terbakar.

Bantuan tersebut meliputi pakaian sekolah, sepatu, tas, hingga buku yang dibutuhkan anak-anak untuk kembali mengikuti kegiatan belajar.

Selain bantuan dari Pemko, Markarius mengarahkan Baznas Kota Pekanbaru untuk membantu korban sesuai kriteria penerima bantuan.

Ia berharap Baznas dapat memberikan bantuan dalam bentuk uang karena para korban kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal.

“Kami arahkan Baznas untuk membantu dalam bentuk uang. Setelah kebakaran, mereka tentu harus menyewa tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ucap Markarius.

Pemko Pekanbaru juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi sosial ekonomi para korban. Langkah tersebut untuk melihat perubahan desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat setelah musibah kebakaran.

“Saya instruksikan Dinsos untuk mengecek kembali desil mereka. Dengan kejadian ini, tentu ada yang usahanya berhenti atau tidak bisa berjalan lagi. Kondisi tempat tinggal dan sosial ekonominya juga berubah,” jelasnya.

Menurut Markarius, penyesuaian data diperlukan agar korban yang mengalami perubahan kondisi dapat mengakses bantuan lain sesuai ketentuan.

Warga Diminta Waspadai Potensi Kebakaran

Markarius juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, kondisi cuaca di Pekanbaru masih cukup panas dengan hujan yang relatif jarang.

Ia meminta warga memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan dan tidak meninggalkan rumah ketika masih terdapat sumber api.

Masyarakat juga diminta memeriksa instalasi listrik, terutama pada rumah yang sudah berusia tua.

“Kalau rumah sudah tua, segera periksa dan ganti kabel-kabel yang sudah tidak layak. Kita harus betul-betul berhati-hati, apalagi kondisi Kota Pekanbaru masih cukup panas dan hujan masih jarang,” tuturnya.

Selain bantuan Pemko dan Baznas, korban juga berpeluang mendapatkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLN. Warga yang membutuhkan bantuan tersebut dapat berkoordinasi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru.

“Kepada para korban, sekali lagi kami turut berdukacita. Semoga Allah mengganti musibah ini dengan sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya.

Komentar