Bupati Rohul Anton: Pesantren Berperan Strategis Bentuk Generasi Tangguh

Rokan Hulu (Riaunews.com) – Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM menilai pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik dan agama, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Anton saat menghadiri sekaligus membuka Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 614 Resilience Generation Pondok Pesantren Modern Raudhatussalam Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Sabtu (3/10/2026) malam.

Seni Jadi Bagian dari Pendidikan Santri

Anton mengatakan pertunjukan seni yang ditampilkan para santri bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang melatih keberanian, kedisiplinan, kreativitas dan kemampuan santri dalam mengembangkan potensi diri.

“Malam ini kita tidak sekadar hadir untuk menyaksikan suatu pertunjukan seni. Di atas panggung kita menyaksikan sebuah proses pendidikan, kedisiplinan dan keberanian anak-anak kita dalam menggali serta mengembangkan potensi diri,” ujar Anton.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda ke depan semakin kompleks. Karena itu, pendidikan di pesantren harus mampu membentuk karakter sekaligus membekali santri dengan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan.

Anton meminta para santri memanfaatkan masa pendidikan di pesantren untuk menempa diri melalui kegiatan belajar, latihan dan pengembangan kreativitas.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, berlatihlah dengan disiplin, berkaryalah dengan kreativitas dan jagalah akhlak di mana pun berada,” pesannya.

Pemerintah, Pesantren dan Orang Tua Harus Bersinergi

Anton menyebut tema Resilience Generation relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Menurutnya, ketangguhan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi kesulitan, tetapi juga keberanian untuk bangkit dan terus melangkah ketika menghadapi tantangan.

“Saya percaya Resilience Generation bukan sekadar sebuah tema. Ini merupakan pesan bahwa generasi muda harus memiliki ketangguhan, mampu menghadapi tantangan dan terus melangkah dengan keyakinan,” katanya.

Anton juga mengapresiasi pimpinan pondok pesantren, para ustaz dan ustazah, dewan guru serta orang tua yang terus mendampingi proses pendidikan para santri.

Ia menilai pembangunan generasi berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan. Pemerintah, pesantren dan keluarga perlu berjalan bersama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.

“Mari kita terus bergandengan tangan, pemerintah, pesantren dan orang tua untuk menghadirkan generasi Kabupaten Rokan Hulu yang hebat, berakhlak dan cerdas,” ajaknya.

Usai memberikan sambutan, Anton secara resmi membuka Panggung Gembira 614 Resilience Generation. Pembukaan ditandai dengan seruan bersama, “Santri Berakhlak! Generasi Tangguh! Kabupaten Rokan Hulu Maju!”

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan atraksi para santri serta santriwati Pondok Pesantren Modern Raudhatussalam Mahato yang disambut antusias para tamu undangan dan wali santri.

Komentar