Delapan Tahun Mangkrak, Pemprov Riau Dorong Penyelesaian Jembatan Rumbio-Pulau Payung

Spesial Riau14 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong penyelesaian pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Rumbio dengan Pulau Payung, Kabupaten Kampar. Jembatan tersebut telah mangkrak selama delapan tahun dan dinilai penting untuk membuka akses masyarakat menuju jalur lintas.

Upaya mencari solusi pembangunan jembatan itu dibahas dalam pertemuan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio di Ruang Rapat Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan kondisi dan kebutuhan terhadap jembatan yang belum selesai dibangun. Menindaklanjuti aspirasi itu, Pemprov Riau akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar untuk mengidentifikasi kendala pembangunan dan menentukan langkah penyelesaiannya.

SF Hariyanto mengatakan Pemprov Riau akan mengundang Bupati Kampar dan pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut.

“Kami sudah menerima tokoh-tokoh masyarakat Rumbio yang menyampaikan aspirasi terkait jembatan yang sudah delapan tahun belum selesai, dan kami akan duduk bersama Pemkab Kampar untuk mencari apa penyebabnya serta bagaimana jalan keluarnya,” ucapnya.

Pemprov Riau Kaji Kondisi Konstruksi Jembatan

Menurut SF, kondisi teknis jembatan yang telah dibangun perlu dikaji sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya. Kajian tersebut untuk memastikan konstruksi yang sudah tersedia masih dapat dimanfaatkan dan pembangunan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Nanti kita akan memanggil Bupati dan kita duduk bersama, kita melihat persoalannya serta kondisi pembangunan yang ada, kemudian kita mencari solusi untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

SF menyebut jembatan tersebut memiliki manfaat besar karena dapat menjadi akses penghubung bagi masyarakat dari dua kecamatan menuju jalan lintas. Dengan adanya jembatan, masyarakat tidak perlu menempuh jalur yang lebih jauh.

“Potensinya cukup besar karena masyarakat dari dua kecamatan akan menggunakan akses ini untuk menuju jalan lintas, sehingga kita tentu mendukung penyelesaian jembatan tersebut demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan yang sudah dimulai perlu mendapat kepastian kelanjutan. Menurutnya, semakin lama pembangunan dibiarkan, potensi kerugian semakin besar karena anggaran sebelumnya telah terserap.

“Kalau tidak diselesaikan tentu kerugiannya akan semakin besar, karena sudah ada anggaran yang terserap di sana dan yang paling penting masyarakat memang sangat membutuhkan jembatan ini,” katanya.

Tokoh Masyarakat Minta Pembangunan Dilanjutkan

Datuk Kampar sekaligus Tokoh Masyarakat, Munasir Ma’adab, mengatakan kedatangan tokoh masyarakat Rumbio ke Pemprov Riau merupakan upaya menyampaikan langsung harapan warga agar pembangunan jembatan kembali dilanjutkan.

Munasir mengatakan masyarakat sebelumnya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Bupati Kampar, anggota DPRD Provinsi Riau dan Dinas PUPR Kabupaten Kampar.

“Kami datang membawa harapan masyarakat Desa Rumbio karena jembatan yang menghubungkan Rumbio dengan Pulau Payung ini sudah mangkrak selama delapan tahun dan banyak masyarakat yang terkendala karena belum tersedianya akses tersebut,” ungkap Munasir.

Ia mengapresiasi respons Pemprov Riau yang akan berkoordinasi dengan Pemkab Kampar serta mengkaji kembali kondisi teknis jembatan, termasuk konstruksi yang telah dibangun.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena Pak Gubernur menyampaikan akan memanggil Bupati Kampar dan mengkaji kembali kondisi jembatan, termasuk apakah tiang yang sudah ada masih layak digunakan,” tuturnya.

Munasir berharap koordinasi Pemprov Riau dan Pemkab Kampar segera menghasilkan langkah konkret sehingga pembangunan jembatan dapat dilanjutkan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.