Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru menyebut mayoritas gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring penertiban merupakan warga pendatang dari luar Kota Pekanbaru. Sebagian dari mereka dinilai menjadikan aktivitas meminta-minta sebagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.
Kepala Dinsos Kota Pekanbaru Junaedy mengatakan para gepeng tersebut datang ke Pekanbaru dan memanfaatkan sejumlah persimpangan jalan sebagai lokasi meminta-minta. Selain mengandalkan belas kasih pengendara, sebagian juga berjualan tisu di sekitar lampu merah.
“Rata-rata mereka itu ber-KTP di luar Pekanbaru. Itu kebiasaan mereka. Bukan untuk mencari nafkah saja, tapi untuk cari kaya,” kata Junaedy, Minggu (20/9/2026).
Menurut Junaedy, petugas juga kerap menemukan orang yang sama kembali meminta-minta setelah sebelumnya ditertibkan. Mereka berpindah-pindah lokasi untuk menjalankan aktivitas tersebut.
Gepeng Kembali Beraktivitas Setelah Ditertibkan
Junaedy mengatakan Dinsos Pekanbaru rutin melakukan penertiban karena aktivitas gepeng masih ditemukan di sejumlah persimpangan.
Setelah terjaring, petugas mendata gepeng dan membawa mereka ke tempat penampungan sementara. Bagi gepeng yang berasal dari luar daerah, Dinsos juga membantu proses pemulangan ke daerah asal.
“Setelah kita jangkau, kita data, masukan selter. Mana yang berasal dari luar daerah kita juga bantu pulangkan. Kami peringatkan jangan sampai mengulangi perbuatannya. Tapi ya mereka datang lagi, orangnya itu-itu saja,” jelasnya.
Dinsos Pekanbaru melakukan penertiban setiap hari dengan menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas gepeng.
Dinsos Minta Warga Tak Beri Uang
Junaedy mengimbau masyarakat tidak memberikan uang secara langsung kepada gepeng yang meminta-minta di persimpangan jalan.
Menurutnya, pemberian uang dari pengendara dapat membuat aktivitas tersebut terus berlangsung karena memberikan penghasilan bagi gepeng.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada gepeng di jalan. Kalau terus diberi, mereka akan menganggap aktivitas tersebut sebagai pekerjaan,” ujarnya.
Dinsos berharap masyarakat turut membantu pemerintah dengan tidak memberikan uang di jalan sehingga aktivitas meminta-minta di persimpangan dapat ditekan.
