Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau segera melakukan pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai atau Jalan Nangka, Pekanbaru, sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Simpang SKA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran akan dilakukan di dua titik, yakni di depan Rumah Sakit Hermina dan sebelum Masjid Abu Darda. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut rencana penutupan akses jalan di bawah flyover serta peniadaan lampu lalu lintas di persimpangan SKA Pekanbaru.
“Pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai segera kita lakukan. Insyaallah bulan Juli sudah mulai proses,” kata Zulfahmi, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas yang bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai yang selama ini kerap mengalami antrean panjang, terutama pada jam sibuk.
Rekayasa Lalu Lintas Jadi Prioritas
Zulfahmi menyebut penanganan kemacetan di Simpang SKA telah menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga diperlukan langkah cepat untuk menciptakan kelancaran arus kendaraan.
“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut sering kali terjadi antrean panjang hingga macet, dan kemacetan ini sering dikeluhkan warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelebaran U-Turn saat ini difokuskan di Jalan Tuanku Tambusai karena Jalan Soekarno-Hatta telah memiliki flyover. Namun, pemerintah tetap membuka kemungkinan pelebaran di titik lain apabila dibutuhkan.
“Namun kita lihat perkembangan, jika memang diperlukan bisa saja nanti kita lakukan pelebaran U-Turn di depan Hotel Grand Suka juga dan U-Turn di depan Lotte Mart,” jelasnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan Pemprov Riau akan menutup akses jalan di bawah flyover dan meniadakan lampu lalu lintas di Simpang SKA untuk mengoptimalkan fungsi flyover yang dibangun guna mengurai kemacetan.
“Tujuan dibangunnya flyover itu untuk mengurai kemacetan, tapi yang dirasakan masyarakat saat ini malah macet. Jadi kita akan ciptakan arus lalu lintas baru dengan menutup lampu merah di Simpang SKA,” kata SF Hariyanto.
Ia menegaskan, rekayasa lalu lintas tersebut akan mulai digesa tahun ini agar kepadatan kendaraan di kawasan pusat perbelanjaan Simpang SKA dapat segera teratasi.
