Pemko Pekanbaru akan Sesuaikan Pembelajaran Berdasarkan Kualitas Udara

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelaksanaan pembelajaran di sekolah di Kota Pekanbaru akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kategori kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan kualitas udara di Pekanbaru hingga saat ini belum mencapai ISPU 201 berdasarkan pemantauan laman resmi BMKG. Karena itu, pembelajaran tatap muka masih dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Untuk saat ini ISPU belum sampai 201. Perkembangannya akan terus kita pantau,” kata Jamal, Selasa (15/9/2026).

Pembelajaran Disesuaikan dengan Kategori ISPU

Jamal menjelaskan, berdasarkan ketentuan tersebut, ISPU 1-50 masuk kategori baik sehingga pembelajaran tatap muka dapat berjalan normal. Sementara pada ISPU 51-100 atau kategori sedang, pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Pada ISPU 101-200 atau kategori tidak sehat, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas. Peserta didik kelompok rentan, seperti siswa PAUD, SD kelas I-III, SLB, serta siswa dengan penyakit penyerta, dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kalau ISPU mencapai 201-300 atau kategori sangat tidak sehat, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan melalui PJJ,” jelas Jamal.

Keselamatan Siswa Jadi Pertimbangan Utama

Ketentuan serupa berlaku jika ISPU berada di atas 300 atau masuk kategori berbahaya. Dalam kondisi tersebut, penyesuaian pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Jamal menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru akan terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan pola pembelajaran yang sesuai selama wilayah tersebut terdampak kabut asap karhutla.

“Perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. Penyesuaian pembelajaran dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap aman dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya.