Pulang dari Lemhannas, Bupati Siak Langsung Tinjau Karhutla di Dayun

Lingkungan, Siak20 Dilihat

Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak Afni Zulkifli langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dayun setelah kembali dari pendidikan KPPD IV Lemhannas di Jakarta. Afni tiba bersama suaminya, Triono Dul Hakim, sekitar pukul 16.30 WIB di perbatasan Kampung Sukamulya, Sabtu (12/9/2026).

Setibanya di lokasi, Afni menyalami personel Satgas darat yang telah bekerja memadamkan karhutla. Personel tersebut terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satpol PP, tim pemadam swasta, serta unsur kecamatan dan kampung. Turut hadir Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Kepala BPBD Siak Novendra dan Kadaops Manggala Agni Siak Ikhsan.

Karhutla Siak Sudah Terkendali

Afni mengatakan kondisi karhutla di Siak pada Sabtu telah terkendali dan tidak lagi ditemukan titik api. Namun, tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul. “Terima kasih semuanya. Alhamdulillah per hari ini Siak sudah zero firespot, kita jaga bersama Siak bebas titik api. Tinggal pendinginan dan memastikan semuanya aman,” kata Afni.

Karhutla di kawasan Dayun yang berbatasan dengan Kampung Sukamulya mencapai sekitar 40 hektare. Lahan gambut dan tanaman rawa yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu sembilan hari dengan melibatkan 1.330 personel. Saat ini api telah padam dan petugas masih melakukan pendinginan.

Bupati Siak Dukung Penegakan Hukum

Afni mengatakan dirinya tetap memantau perkembangan karhutla selama mengikuti pendidikan KPPD IV Lemhannas selama dua pekan di Jakarta. Ia mengapresiasi Forkopimda Siak yang memimpin langsung pengendalian karhutla, termasuk Kapolres dan Dandim yang turun ke lokasi bersama Wakil Bupati.

Menurut Afni, sebagian besar karhutla di Siak terjadi di kawasan hutan, termasuk Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud dan kawasan Perhutanan Sosial. Ia juga mengapresiasi dukungan Satgas Provinsi Riau berupa personel dan water bombing serta dukungan Gubernur Riau melalui pengiriman Satpol PP. Setelah meninjau posko satgas, Afni bersama Wakil Bupati dan Kapolres Siak mendatangi lokasi pembukaan lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab karhutla.

Afni menegaskan Pemkab Siak mendukung penegakan hukum terhadap pembukaan dan penguasaan lahan negara tanpa izin. Ia menyebut pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran agar camat, lurah dan penghulu tidak menerbitkan surat keterangan apa pun di kawasan hutan maupun lahan milik negara. “Tidak boleh ada asal klaim di lahan milik negara,” tegasnya.

Komentar