15 Negara Ramaikan 5th IICF, Jali-Jali Betawi Siap Guncang Ancol

JAKARTA (Riaunews.com)- Sebanyak 15 negara berkumpul di Jakarta dalam gelaran 5th Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026, yang resmi dibuka di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Festival budaya internasional ini mempertemukan berbagai negara dalam semangat pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Founder IICF, Vivi Sandra Putri, secara resmi membuka rangkaian kegiatan dengan memukul gong sebagai tanda dimulainya 5th IICF.

Dalam sambutannya, Vivi mengatakan, IICF tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan, tetapi lahir dari sebuah gagasan untuk menjadikan Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai ruang pertemuan budaya internasional.

“Bukan sekadar opening ceremony. IICF berawal dari mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat budaya internasional. Berawal dari 2021, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat pertemuan budaya,” ujar Vivi Sandra Putri saat pembukaan 5th IICF.

Menurut Vivi, penyelenggaraan IICF hingga memasuki tahun kelima menunjukkan adanya kepercayaan dari masyarakat internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan budaya dunia.

“5th IICF ini menjadi bentuk kepercayaan internasional kepada kita. Kita tidak hanya menampilkan budaya, tetapi menjadikan ini sebagai kegiatan internasional,” katanya.

3.500 Penari Ramaikan Semarak Jali-Jali Betawi

Rangkaian 5th IICF berlanjut pada Sabtu (12/9/2026) di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Salah satu agenda utama adalah pertunjukan kolosal “Semarak Jali-Jali Betawi” yang melibatkan sekitar 3.500 penari, termasuk peserta dari berbagai negara.

Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk kembali mencatatkan atau memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Kehadiran ribuan penari dari dalam dan luar negeri diharapkan tidak hanya menghadirkan pertunjukan spektakuler, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya antara Indonesia dan masyarakat internasional.

Melalui “Semarak Jali-Jali Betawi”, budaya Betawi diperkenalkan dalam skala internasional. Pertunjukan ini juga menjadi bagian dari semangat menyambut perjalanan menuju lima dekade Jakarta, sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi jembatan dalam membangun hubungan antarbangsa.

Libatkan Berbagai Pihak

Pelaksanaan 5th Indonesia International Culture Festival mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Global Mandiri School, Djarum Foundation, Dana Indonesia, LPDP, serta Taman Impian Jaya Ancol sebagai salah satu mitra pendukung.

Kehadiran 15 negara dalam festival ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang diplomasi budaya melalui seni dan kebudayaan.

IICF diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah pertemuan budaya internasional sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap keragaman budaya dunia.

Dari panggung Teater Besar TIM hingga pertunjukan kolosal di Ancol, 5th IICF membawa pesan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga dapat menjadi bahasa bersama untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai negara. (Fitro)

Komentar