Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru pada Senin (7/9/2026) pagi. Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau yang kembali berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 187. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Polutan utama yang terdeteksi yakni PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 106,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Konsentrasi partikel halus tersebut masih tergolong tinggi sehingga masyarakat perlu mewaspadai paparan udara tercemar.
Kabut asap juga terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru. Dalam pemantauan yang sama, suhu udara tercatat 26 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 7 kilometer per jam dan kelembapan 67 persen.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat membuat masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga disarankan membatasi paparan terhadap udara tercemar.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel halus. Kondisi udara juga perlu dipantau secara berkala karena kualitasnya dapat berubah mengikuti perkembangan asap dan kondisi cuaca.
Kualitas Udara Kembali Memburuk
Kondisi kabut asap menjadi perhatian karena kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk setelah sebelumnya sempat berada pada kategori baik hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.
Pemantauan kualitas udara dan kondisi kabut asap perlu terus dilakukan seiring masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan paparan asap ketika kualitas udara memburuk.
