Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk pada Kamis (3/9/2026) malam. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan perkotaan semakin pekat seiring melonjaknya konsentrasi partikulat PM2.5.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 267,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 19.00 WIB. Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori berbahaya.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan pencemaran udara yang signifikan dibandingkan pemantauan sejak pagi hingga sore. Kualitas udara Pekanbaru sebelumnya berada pada kategori tidak sehat, tetapi konsentrasi PM2.5 meningkat tajam menjelang malam hingga masuk level berbahaya.
Kabut Asap Makin Pekat
Kabut asap semakin terasa di sejumlah kawasan Pekanbaru pada malam hari. Selain jarak pandang yang mulai terganggu, warga juga mengeluhkan aroma sangit yang semakin menyengat serta mata perih ketika berada di luar ruangan.
“Tadi siang memang sudah agak samar pandangan, tapi malam ini baunya menyengat sekali. Mata terasa perih kalau naik motor tanpa kaca helm ditutup rapat,” ujar Ardi (34), warga yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Dengan konsentrasi yang mencapai 267,2 µg/m³, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikulat. Masyarakat juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah ketika kualitas udara di luar memburuk.
Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi BMKG dan instansi terkait. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan kabut asap di Pekanbaru masih perlu diwaspadai, terutama ketika konsentrasi PM2.5 kembali mengalami peningkatan pada malam hari.
