Kualitas Udara Pekanbaru Berangsur Membaik, PM2.5 Turun Usai Hujan

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru berangsur membaik setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir. Kabut asap yang sebelumnya sempat pekat juga terpantau mulai menipis.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu (30/8/2026), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru berada pada kisaran 44,5-45,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan konsentrasi polutan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Pantauan pada pukul 12.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 45,7 µg/m³ dan masuk kategori sedang. Sementara itu, data IQAir pada pukul 13.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 sebesar 44,5 µg/m³ dengan indeks kualitas udara (AQI) 123 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kabut Asap Mulai Menipis

Penurunan konsentrasi PM2.5 terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Riau. Curah hujan membantu mengurangi partikel polutan di atmosfer sehingga kabut asap di Pekanbaru berangsur menipis.

Pantauan visual di sejumlah kawasan Pekanbaru juga menunjukkan kondisi kabut asap tidak lagi setebal sebelumnya. Jarak pandang dan kondisi langit perlahan membaik seiring menurunnya konsentrasi partikulat di udara.

Meski kondisi udara membaik, masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan kualitas udara. Kelompok sensitif, seperti anak-anak dan lansia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan disarankan tetap memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas.

Kondisi Udara Masih Bisa Berubah

Kualitas udara Pekanbaru masih dapat berubah mengikuti perkembangan titik panas, arah angin, dan curah hujan di wilayah Riau. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi terbaru mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca.

Hujan yang kembali turun di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menekan konsentrasi asap dan polutan di udara Pekanbaru. Namun, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kembali meningkatnya konsentrasi PM2.5 apabila kondisi cuaca dan titik panas berubah.