Bukan Sekadar Adu Ketangkasan, Ketua Panitia HUT KAHMI ke-60 Apresiasi Open Turnamen Piala Wamenag Romo Syafi’i

Nasional, Utama17 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Open Turnamen Tenis Meja Piala Wamenag Romo Syafi’i dalam rangka memperingati HUT KAHMI ke-60 bukan sekadar ajang adu ketangkasan di atas meja pertandingan.

Turnamen yang mempertemukan 29 regu dari berbagai klub tenis meja di wilayah Jabodetabek ini juga menjadi ruang silaturahmi, membangun sportivitas, menjaga kebugaran, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat melalui olahraga.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 George Edwin Sugiharto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan menyukseskan turnamen.

Ajang yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, tersebut digelar di Kampus Universitas Sahid Jakarta. Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga partai final.

PTM GNR (A) akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah melewati persaingan sengit dan berhak mengangkat Piala Wamenag Romo Syafi’i.

Turnamen resmi ditutup pada Minggu (30/8/2026) sore oleh Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Dr. Ir. H. Syamsul Qomar, M.IP., mewakili Ketua Presidium MN KAHMI.

Suasana penutupan berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Para tamu undangan turut menyaksikan pertandingan final yang berlangsung sengit dan menegangkan hingga akhirnya PTM GNR (A) memastikan diri sebagai juara.

Hadir dalam acara penutupan tersebut Ketua Panitia Nasional HUT KAHMI ke-60 George Edwin Sugiharto, Staf Ahli Kemenag Ir. Junisab Akbar, Abdullah Mansur, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran pengurus MN KAHMI, Kohati dan jajaran pengurus lainnya, para peserta dari masing-masing klub tenis meja, penonton, serta undangan lainnya.

29 Regu Meriahkan Turnamen

Dalam sambutannya, George Edwin Sugiharto mengatakan penyelenggaraan open turnamen tenis meja tahun ini merupakan sebuah langkah maju bagi KAHMI.
Menurut George, biasanya ajang tenis meja yang digelar hanya dikhususkan bagi kalangan alumni. Namun pada 2026, konsep tersebut diperluas dengan melibatkan peserta dari luar KAHMI.

Sebanyak 29 regu dari berbagai klub tenis meja profesional di sekitar Jabodetabek turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Penyelenggaraan open turnamen tenis meja bagi kalangan eksternal merupakan sebuah langkah maju,” kata George.

Menurutnya, keterlibatan peserta dari luar KAHMI sekaligus menjadi bagian dari upaya KAHMI membuka ruang partisipasi yang lebih luas kepada masyarakat melalui olahraga.

George juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Panitia Pelaksana Hafidzuddin bersama seluruh tim panitia, PTM Insan Cita sebagai penggerak kegiatan yang turut mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pembina PTM Insan Cita, Andi Mallarangeng, Universitas Sahid Jakarta yang telah menyediakan tempat pelaksanaan, PTM Kramat Sentiong, para sponsor, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi.

George juga menyampaikan ucapan selamat kepada PTM GNR dan PTM GRACI yang berhasil melaju hingga babak akhir dan menjadi dua tim terbaik dalam turnamen tersebut.

Syamsul Qomar: Bukan Sekadar Perebutan Piala

Sementara itu, Sekjen MN KAHMI Syamsul Qomar memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta pihak Universitas Sahid Jakarta yang telah menyukseskan penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, turnamen tersebut bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan piala dan hadiah.

Lebih dari itu, kegiatan olahraga tersebut menjadi wadah silaturahmi, menjaga kebugaran, memupuk semangat sportivitas antargenerasi, merawat kebersamaan, sekaligus memberikan peluang kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Syamsul Qomar juga menilai figur Romo Syafi’i merupakan teladan kebersamaan.

Melalui olahraga, semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus dirawat melalui peran KAHMI untuk kedaulatan bangsa dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Semoga apa yang sudah kita lakukan bersama mendapat keberkahan dan bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih atas partisipasi dan kerja samanya,” ungkap Syamsul.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil ‘alamin, turnamen tenis meja memperebutkan Piala Romo Syafi’i secara resmi kami tutup,” lanjutnya.

PTM GNR (A) Keluar sebagai Juara

Setelah melewati babak penyisihan yang berlangsung sengit sejak Sabtu, persaingan berlanjut hingga babak akhir.

Dalam Turnamen Beregu (Single-Double-Single) Divisi 5, 6, 7, dan 8 dalam rangka HUT KAHMI ke-60, PTM GNR (A) berhasil keluar sebagai juara pertama.

Berikut daftar lengkap para juara:

Juara I  : PTM GNR (A)
Hadiah : uang tunai, piala, dan medali.
Juara II : PTM GRACI (B)
Hadiah : uang tunai, piala, dan medali.
Juara III Bersama: PTM Pio-Pio dan PTM GRACI (C)
Hadiah: uang tunai, piala, dan medali.

Juara 8 Besar: PTM 33, PTM STMC (A), PTM GSP, dan PTM CBS (A).

Sementara itu, untuk kategori tenis meja internal keluarga besar KAHMI, berikut para juaranya:

Juara I: Adinda Reynaldi
Juara II: Kakanda Hafidzuddin
Juara III: Kakanda Muslih

Prosesi penyerahan hadiah, piala, dan medali kepada para pemenang dilakukan oleh Ketua Nasional HUT KAHMI ke-60, Sekjen MN KAHMI, Staf Ahli Kemenag RI, serta perwakilan Universitas Sahid Jakarta dan panitia pelaksana.

Riuh tepuk tangan membahana saat tim pemenang mengangkat Piala Romo Syafi’i di atas panggung kehormatan.

Diharapkan Jadi Agenda Rutin Tahunan

Suksesnya penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja Piala Romo Syafi’i diharapkan tidak berhenti pada peringatan HUT KAHMI ke-60.

Panitia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi wadah untuk terus melahirkan bibit-bibit atlet berbakat dan mempererat tali silaturahmi.

Penutupan acara ditandai dengan foto bersama seluruh pemenang, panitia, pengurus MN KAHMI, serta para undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa. (Fitro)

Komentar