Jakarta (Riaunews.com) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai terdeteksi menyeberang ke negara tetangga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan transboundary haze dari sejumlah wilayah Indonesia menuju Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan Citra Sebaran Asap Wilayah Indonesia yang dirilis BMKG pada Senin (24/8/2026) pukul 10.00 WIB, citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera hingga Kalimantan. BMKG menyebut asap dari Kalimantan Barat bergerak menuju Sarawak, Malaysia, sementara asap dari Sumatera terpantau bergerak menuju Kuala Lumpur dan Singapura.
“Terdeteksi adanya Transboundary Haze dari Kalimantan Barat menuju ke Sarawak (Malaysia) dan dari Sumatera ke Kuala Lumpur serta Singapura,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Asap Menyebar di Sejumlah Wilayah
BMKG mendeteksi sebaran asap di sejumlah provinsi di Sumatera, yakni Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, serta Kepulauan Bangka Belitung. Di Kalimantan, asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, sebaran asap di wilayah Papua terdeteksi di Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pergerakan asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan secara umum mengarah ke barat laut hingga utara, sedangkan asap di wilayah Papua bergerak ke arah timur laut hingga utara.
Dipengaruhi Pola Angin
BMKG menjelaskan pola angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan sebaran asap karhutla. Angin di sejumlah wilayah Indonesia umumnya bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.
Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Sumatera berpotensi bergerak melintasi Selat Malaka menuju Kuala Lumpur dan Singapura. BMKG terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) dan sebaran asap untuk mengetahui arah pergerakannya sekaligus memberikan informasi terkait potensi dampak karhutla.
Fenomena transboundary haze menjadi perhatian karena dampak asap tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang mengalami kebakaran, tetapi juga dapat meluas hingga melewati batas negara.







Komentar