Unilak Latih Guru SMA PGRI Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Inklusif Berbasis Multisensory

Pekanbaru (Riaunews.com) – Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam mewujudkan pembelajaran inklusif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim Fakultas Pendidikan dan Vokasi (Fadiksi) Unilak menggelar pelatihan Universal Design for Learning (UDL) Berbasis Multisensory untuk Pembelajaran Vocabulary bagi Anak yang Memiliki Hambatan Pendengaran dan Hambatan Intelektual bagi guru SMA PGRI Pekanbaru, Selasa (4/8/2026).

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik. Sebanyak 10 guru SMA PGRI Pekanbaru mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut.

Kegiatan dipimpin Dr. M. Fadhly Farhy Abbas, S.Pd., M.Pd. bersama anggota Peby Tri Hartati, S.Pd., M.Pd. dan Tatum Derin, S.Pd., M.Phil. Tim juga melibatkan mahasiswa ‘Aisyah Mahfuuzhoh Reflisyah dan Wulan Aprillia sebagai pendamping. Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyebarluasan inovasi pembelajaran kepada masyarakat.

Guru Pelajari Konsep UDL dan Multisensory

Dalam pelatihan, peserta terlebih dahulu mempelajari konsep Universal Design for Learning sebagai kerangka pembelajaran yang mengutamakan fleksibilitas dalam penyampaian materi, cara peserta didik mengekspresikan hasil belajar, serta strategi meningkatkan keterlibatan selama proses pembelajaran.

Peserta kemudian mempelajari penerapan pendekatan multisensory dalam pembelajaran vocabulary bagi anak dengan hambatan pendengaran dan hambatan intelektual. Tim pengabdian juga mengajak guru mengikuti praktik penyusunan aktivitas pembelajaran berbasis UDL yang dapat diterapkan secara langsung di kelas.

Dr. M. Fadhly Farhy Abbas mengatakan pendekatan UDL membantu guru merancang pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

“Universal Design for Learning memberikan kesempatan kepada guru untuk merancang pengalaman belajar yang lebih inklusif sehingga setiap peserta didik memiliki peluang yang sama dalam mencapai tujuan pembelajaran,” ujarnya.

Dorong Pembelajaran Lebih Inklusif

Para guru mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman terkait tantangan pembelajaran bagi peserta didik dengan karakteristik yang beragam.

Sesi praktik juga mendapat respons positif karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyusun rancangan pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Tim pengabdian berharap guru dapat menerapkan UDL berbasis multisensory untuk menghadirkan pembelajaran vocabulary yang lebih efektif, bermakna, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Pada akhir kegiatan, tim pengabdian memperkenalkan sejumlah program studi di lingkungan Fadiksi Unilak kepada para peserta. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kemitraan antara Unilak dan SMA PGRI Pekanbaru dalam mengembangkan pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkualitas.

Komentar