Kasus DBD di Pekanbaru Capai 534, DPRD Minta Pencegahan Diperkuat

Kesehatan, Pekanbaru26 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 534 kasus. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari DPRD Pekanbaru yang meminta Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Anggota DPRD Pekanbaru sekaligus Sekretaris Komisi III, Abu Bakar, mengatakan tingginya kasus DBD harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya menekan kasus tidak cukup dilakukan setelah warga terjangkit, tetapi harus dimulai melalui pencegahan.

“Dengan tingginya penderita DBD di Kota Pekanbaru hingga mencapai 534 kasus, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Dinkes Pekanbaru. Perlu kerja keras untuk menekan angka kasus agar terus menurun. Salah satunya dengan rutin melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan DBD,” ujar Abu Bakar, Kamis (20/8/2026).

Ia meminta Dinkes Pekanbaru memperluas sosialisasi hingga tingkat lingkungan dengan melibatkan puskesmas, kader posyandu, serta perangkat RT dan RW. Masyarakat juga diminta menerapkan pola 3M Plus dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Tuah Madani Catat Kasus Tertinggi

Abu Bakar juga meminta camat dan lurah kembali menggerakkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan minim genangan maupun tempat penampungan air terbuka dapat membantu menekan risiko penyebaran DBD.

“Camat dan lurah juga harus terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Paling tidak, dengan lingkungan yang bersih kita bisa bersama-sama mencegah bahaya penyakit DBD,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni 86 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus dan Bukit Raya dengan 66 kasus.

Selanjutnya, Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus. Kemudian Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, dan Kulim 28 kasus.

Sementara itu, Sail dan Rumbai Barat masing-masing mencatat 11 kasus. Senapelan dan Sukajadi masing-masing 10 kasus. Pekanbaru Kota menjadi wilayah dengan jumlah kasus terendah, yakni empat kasus.

Abu Bakar berharap sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat agar kasus DBD di Pekanbaru segera terkendali. Ia menegaskan pencegahan harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan tempat tinggal masyarakat.