706 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, Tiga Pasien Meninggal

Kesehatan, Pekanbaru34 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Peralihan cuaca dari panas ke hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hingga September 2026, Dinkes Kota Pekanbaru mencatat 706 kasus DBD sejak awal Januari. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

Tiga kasus kematian tercatat di Kecamatan Kulim, Tuah Madani, dan Sail. Sementara itu, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak, yakni mencapai 107 kasus.

Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan sebagian pasien meninggal setelah terlambat mendapatkan penanganan medis ketika menunjukkan gejala DBD.

“Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong,” jelas Dedy, Jumat (25/9/2026).

Dinkes Ingatkan Warga Tak Remehkan Demam

Dedy mengingatkan masyarakat tidak menganggap remeh demam, terutama jika disertai kondisi yang mengarah pada DBD. Pasien yang menunjukkan gejala atau indikasi DBD diminta segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Menurutnya, penanganan sejak dini penting untuk mencegah kondisi pasien semakin memburuk. Keluarga juga diharapkan segera mencari pertolongan medis ketika kondisi pasien menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Selain memperhatikan kondisi kesehatan, masyarakat diminta menjaga lingkungan tempat tinggal. Peralihan cuaca dari panas ke hujan dapat meningkatkan potensi munculnya tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus penyebab DBD.

Dedy menyebut genangan air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah perlu menjadi perhatian. Genangan tersebut dapat ditemukan pada berbagai barang yang berada di sekitar rumah.

“Genangan ini yang memicu di jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang,” ungkapnya.

Dinkes Dorong PSN dengan 3M Plus

Dinkes mengimbau masyarakat aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M Plus. Upaya tersebut antara lain menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Barang seperti ban bekas, kaleng, dan ember terbuka juga diminta tidak dibiarkan menampung air hujan karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Dedy menambahkan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah memberikan arahan agar sosialisasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dioptimalkan.

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di dalam rumah maupun lingkungan sekitar, sekaligus membantu mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk.