Kualitas Udara Tidak Sehat, Disdik Pekanbaru Pertimbangkan Liburkan Sekolah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru masih mempertimbangkan kebijakan meliburkan sekolah menyusul kualitas udara yang menurun dalam beberapa hari terakhir akibat kondisi asap.

Disdik Pekanbaru akan mengambil kebijakan tersebut apabila kualitas udara terus memburuk. Langkah itu dilakukan untuk melindungi kesehatan peserta didik dari dampak paparan partikulat akibat kabut asap.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara yang diperbarui pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 di Kota Pekanbaru tercatat mencapai 66,8 µg/m³. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan pihaknya masih menunggu rekomendasi dari instansi terkait sebelum mengambil keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari DLHK dan Dinas Kesehatan untuk mengetahui kondisi dan kualitas udara,” kata Abdul Jamal, Selasa (18/8/2026).

Keputusan Libur Menunggu Rekomendasi

Jamal menjelaskan, kebijakan meliburkan sekolah dapat diambil setelah ada rekomendasi atau keputusan bersama dari sejumlah dinas terkait. Keputusan tersebut nantinya dituangkan melalui keputusan Wali Kota Pekanbaru.

Ia memastikan Disdik Pekanbaru siap menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

Namun, untuk kondisi saat ini, Disdik belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah. Jamal meminta peserta didik tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Tapi sepertinya melihat kondisi saat ini masih belum (meliburkan sekolah). Asap saat ini tidak begitu ada asap,” jelasnya.

Jamal menambahkan, Disdik Pekanbaru akan terus menyesuaikan kebijakan kegiatan belajar mengajar dengan perkembangan kualitas udara dan rekomendasi dari instansi terkait.

Komentar