Harga Daging Ayam Capai Rp36 Ribu per Kg, Pemko Pekanbaru Siapkan Langkah Pengendalian

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyoroti kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional yang kini mencapai Rp36 ribu per kilogram (kg). Pemko Pekanbaru menilai kenaikan tersebut perlu diantisipasi agar tidak terus mendorong tekanan harga di pasaran.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi di ruang rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Selasa (18/8/2026).

Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Dalam rapat, Pemko Pekanbaru mencatat kondisi inflasi daerah masih stabil dan berada dalam sasaran yang terkendali. Namun, pemerintah kota memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya daging ayam.

“Cuma ada beberapa komoditi yang menjadi perhatian kita seperti daging ayam, karena dalam konteks nilainya merangkak naik,” kata Ingot.

Pemko Panggil Pelaku Usaha

Ingot mengatakan harga daging ayam sebesar Rp36 ribu per kg sebenarnya masih berada di bawah harga acuan daging ayam ras yang ditetapkan pemerintah. Harga acuan tersebut berada pada kisaran Rp38 ribu hingga Rp45 ribu per kg di tingkat konsumen.

Meski masih berada di bawah harga acuan, Pemko Pekanbaru tetap menyiapkan langkah untuk mencegah kenaikan harga berlanjut. Pemerintah akan mengundang pelaku usaha dari sektor hulu hingga pedagang untuk mengetahui struktur harga daging ayam di pasaran.

“Karena itu, tadi (di dalam rakor) kita panggil juga pelaku-pelakunya mulai dari sektor hulu di produksi, sampai ke beberapa pelaku pasar,” ujarnya.

Menurut Ingot, pihaknya juga akan memanggil vendor atau pemasok yang memasok daging ayam ke pasar-pasar tradisional di Pekanbaru. Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai rantai distribusi dan pembentukan harga.

“Insyaallah, besok kami akan mengundang pihak-pihak yang bergerak di antara produsen dan pengecer daging ayam ini,” pungkasnya.

Komentar