Kualitas Udara Pekanbaru Menurun, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul menurunnya kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap kebakaran lahan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara Pekanbaru sempat berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat PM2.5. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena paparan partikulat dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

“Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara dalam kondisi tidak sehat,” kata Dedy Sambudi, Selasa (18/8/2026).

Warga Diminta Gunakan Masker

Dedy juga meminta warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah menggunakan masker. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan partikulat dari kabut asap yang dapat terhirup saat beraktivitas.

Sementara itu, terkait aktivitas belajar mengajar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru belum mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah. Kepala Disdik Pekanbaru, Jamal, mengatakan keputusan penghentian sementara kegiatan sekolah harus berdasarkan rekomendasi dan keputusan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Menurut Jamal, Pemko Pekanbaru nantinya dapat menuangkan keputusan tersebut melalui keputusan wali kota apabila kondisi udara mengharuskan sekolah diliburkan.

Proses Belajar Mengajar Menyesuaikan Kondisi

Jamal memastikan Disdik Pekanbaru siap menindaklanjuti rekomendasi instansi terkait mengenai pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

Namun, berdasarkan kondisi saat ini, Disdik masih meminta peserta didik menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Tapi sepertinya melihat kondisi saat ini masih belum (meliburkan sekolah). Asap saat ini tidak begitu ada asap,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemko Pekanbaru akan terus menyesuaikan kebijakan proses belajar mengajar dengan perkembangan kualitas udara serta rekomendasi dari instansi terkait.

Komentar