Apel Gelar Pasukan, Wakapolda Riau Pastikan Festival Pacu Jalur 2026 Berlangsung Optimal

Daerah17 Dilihat

RIAUNEWS.COM – Polda Riau bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kuantan Singingi menggelar apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Festival Pacu Jalur Tradisional Event Nasional Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, Selasa (18/8/2026) sore.

Apel tersebut menjadi bagian dari kesiapan aparat dalam memastikan seluruh rangkaian Festival Pacu Jalur berjalan aman, tertib dan lancar, mengingat event budaya tahunan ini menjadi salah satu agenda besar yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Apel dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Plt Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, Karo Ops Polda Riau, Karo Rena Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau, Dir Samapta Polda Riau, Dir Polairud Polda Riau, Kapolres Kuantan Singingi, Ketua DPRD Kuansing, Dandim 0302 Inhu-Kuansing, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, tetapi telah menjadi bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.

Menurutnya, tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus merepresentasikan semangat kebersamaan, gotong royong dan persatuan masyarakat.

“Pacu Jalur bukan sekadar sebuah perlombaan tradisional. Tradisi ini telah berkembang sejak berabad-abad yang lalu dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di sepanjang kawasan Rantau Kuantan,” tutur Hengki dalam amanatnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Sungai Kuantan sejak dahulu memiliki peran penting bagi masyarakat, baik sebagai jalur transportasi maupun ruang interaksi sosial dan perkembangan kebudayaan.

Dalam perkembangannya, jalur kemudian menjadi simbol kebersamaan dan identitas masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, pelestarian tradisi Pacu Jalur dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat Riau.

“Jalur menjadi simbol kebersamaan, semangat gotong royong, persatuan, dan identitas masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, pelestarian Pacu Jalur pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan jati diri masyarakat Riau,” katanya.

Festival Pacu Jalur 2026 sendiri telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari agenda pelestarian serta pengembangan kebudayaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam pelaksanaan festival tersebut, aspek keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait.

Kesiapan personel dan sinergi lintas sektor diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan masyarakat, arus lalu lintas, aktivitas di sepanjang tepian Sungai Kuantan hingga potensi gangguan keamanan selama rangkaian festival berlangsung.

Selain apel gelar pasukan, kegiatan juga diwarnai pemberian penghargaan oleh Wakapolda Riau kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pengungkapan dan penindakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuantan Singingi.

Penghargaan diberikan kepada Dir Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, Kapolsek Cerenti AKP Peri Padli, Camat Cerenti Erialis, Sekretaris Umum Dubalang Batang Kuantan Singingi Rendi Ananda Pilta, Dubalang Batang Kuantan Pebri Mayoka, Anggota Dubalang Hulu Kuantan Rustam, serta Kepala Desa Titian Modang Kopah Nasrun Datuk Sinaro Batuah.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas sinergi aparat kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan aktivitas PETI yang sebelumnya menjadi perhatian serius di sepanjang wilayah Sungai Kuantan.

Melalui apel gelar pasukan ini, seluruh unsur pengamanan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan humanis, sehingga Festival Pacu Jalur 2026 dapat berlangsung meriah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Festival Pacu Jalur tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan serta memperkenalkan kekayaan tradisi Kuantan Singingi kepada masyarakat luas.

Komentar