Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih mengevaluasi pengelolaan Pasar Wisata Pasar Bawah menyusul belum tuntasnya pekerjaan revitalisasi gedung oleh pengelola saat ini. Pemko Pekanbaru bahkan menyiapkan opsi mengambil alih pengelolaan pasar tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) masih melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Pembahasan juga menindaklanjuti kondisi fisik revitalisasi Pasar Bawah yang masih belum rampung.
“Saat ini masih berprogres evaluasi dari tim,” kata Zulhelmi, Jumat (14/8/2026).
Pekerjaan revitalisasi Pasar Bawah sendiri telah berlangsung sejak 2023. Berdasarkan perjanjian kerja sama, pembangunan seharusnya dituntaskan pada 2025. Namun, hingga kini progres revitalisasi baru mencapai sekitar 60 persen.
Pemko Undang Seluruh Pedagang
Zulhelmi mengatakan evaluasi akan membahas kelanjutan revitalisasi sekaligus menentukan nasib pengelola Pasar Bawah. Pemko Pekanbaru berencana mengundang seluruh pedagang serta pihak terkait dalam pembahasan tersebut.
“Seluruh pedagang di Pasar Bawah akan kami undang, kami undang semua nanti. Begitu juga dengan pihak lainnya,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melakukan inspeksi mendadak ke gedung Pasar Wisata Pasar Bawah pada Kamis (30/7/2026). Dalam sidak tersebut, Agung melihat langsung kondisi pekerjaan yang kembali mangkrak selama lebih dari tiga bulan.
Agung mengatakan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memberikan surat peringatan pertama dan kedua kepada PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku pengelola. Pengelola juga terancam dikenai pemutusan kontrak jika tidak mampu menyelesaikan revitalisasi sesuai ketentuan.
“Kalau tidak selesai juga peringatan ketiga ini, kita putus kontrak. Maka akan diaudit,” tegas Agung.
Pemko Pekanbaru kini masih menunggu hasil evaluasi tim sebelum menentukan langkah terhadap pengelolaan dan kelanjutan revitalisasi Pasar Bawah.







Komentar