Marak Tawaran Kerja Palsu di Sosmed, Fakultas Hukum UWM Perkuat Literasi Ketenagakerjaan Pelajar

Daerah, Pendidikan14 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Maraknya tawaran pekerjaan melalui media sosial dan platform digital mendorong Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta memperkuat literasi hukum ketenagakerjaan di kalangan pelajar. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Literasi Hukum Ketenagakerjaan bagi Siswa SMA dalam Konteks Era Kerja Fleksibel”.

Kegiatan yang digelar bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWM itu diikuti puluhan siswa kelas XII SMA Islam 1 Gamping. Peserta mendapat pemahaman mengenai fenomena pekerjaan paruh waktu, freelance, affiliate marketing, hingga pekerjaan berbasis platform digital yang semakin mudah diakses melalui media sosial.

Waspadai Modus Penipuan Lowongan Kerja

Dosen Fakultas Hukum UWM, Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H., mengatakan kemudahan memperoleh informasi pekerjaan di era digital belum selalu diikuti pemahaman hukum yang memadai. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang munculnya penipuan berkedok lowongan kerja yang menyasar pelajar dan generasi muda.

“Ketika ada tawaran kerja yang meminta uang di awal, identitas perusahaan tidak jelas, atau menjanjikan penghasilan yang tidak masuk akal, maka masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Elza. Ia menjelaskan, modus yang kerap digunakan pelaku antara lain meminta calon pekerja mentransfer uang dengan alasan biaya administrasi, pelatihan, maupun deposit.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mempelajari hak dasar pekerja muda, perbedaan antara magang dan hubungan kerja, serta cara mengenali tawaran pekerjaan yang berpotensi merugikan. Materi disampaikan melalui simulasi kasus dan diskusi berdasarkan berbagai contoh lowongan yang ditemukan di Instagram, TikTok, Telegram, dan WhatsApp.

Bekali Pelajar dengan Konsep 3T

Elza memperkenalkan konsep “3T” sebagai bekal bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja, yakni Tahu Pekerjaannya, Tahu Haknya, dan Tahu Risikonya. Konsep tersebut diharapkan membantu generasi muda lebih kritis dalam menyikapi peluang kerja yang muncul di ruang digital.

Fakultas Hukum UWM menilai penguatan literasi hukum sejak usia sekolah penting agar generasi muda tidak hanya mampu mencari peluang kerja, tetapi juga memahami hak dan risiko yang menyertainya. “Generasi muda harus menjadi pencari kerja yang cerdas. Tidak cukup hanya mampu mencari peluang, tetapi juga harus mampu mengenali risiko dan memahami hak-haknya sebagai calon pekerja,” pungkas Elza.