Warga Kulim Keluhkan Serbuan Lalat, Minta Pemko Pekanbaru Lakukan Investigasi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Warga Jalan Jati Jajar I, Lintas Timur, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan serbuan lalat yang diduga berasal dari peternakan ayam di sekitar kawasan permukiman. Gangguan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kembali muncul dan dinilai semakin meresahkan.

Seorang warga, Lya, mengatakan lonjakan populasi lalat biasanya terjadi saat peternakan memasuki masa panen maupun ketika bibit atau anakan ayam baru dimasukkan ke dalam kandang. Pada periode tersebut, ribuan lalat disebut langsung menyerbu kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas warga.

“Lalat langsung banyak kalau sudah musim panen atau ayam baru masuk kandang. Dari pagi sampai malam rumah kami dipenuhi lalat,” kata Lya, Sabtu (25/7/2026).

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Lya menjelaskan lalat tidak hanya memenuhi halaman rumah, tetapi juga masuk ke hampir seluruh ruangan, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, ruang makan hingga kamar mandi. Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang dinilai efektif.

Warga menduga sumber serbuan lalat berasal dari peternakan ayam yang berada tidak jauh dari permukiman. Meski demikian, mereka meminta pemerintah tidak langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa pemeriksaan di lapangan. Warga berharap dilakukan investigasi menyeluruh agar sumber permasalahan dapat dipastikan dan penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan lalat dalam jumlah besar juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, warga meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah yang membidangi kesehatan, lingkungan hidup, dan peternakan segera melakukan inspeksi, mengidentifikasi penyebab munculnya ledakan populasi lalat, serta mengambil langkah penanganan yang efektif agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu dapat diselesaikan.