Cegah Karhutla Susulan, BPBD Inhil Bangun Parit Lintang 600 Meter di Sungai Beringin

Inhil, Lingkungan11 Dilihat

Indragiri Hilir (Riaunews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, tidak kembali terjadi.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun parit lintang atau canal blocking sepanjang 600 meter dengan lebar sekitar satu meter dan kedalaman dua meter di sekitar lokasi bekas kebakaran. Upaya tersebut dilakukan karena lahan gambut di kawasan itu masih mengeluarkan asap tipis meski api telah berhasil dipadamkan.

Kepala BPBD Inhil R Arliansyah mengatakan, parit lintang berfungsi memblokir pergerakan api agar tidak kembali menjalar ke area lain.

“Parit lintang ini dibuat untuk memblokir titik api agar tidak kembali menjalar. Walaupun api sudah padam, tapi beberapa titik masih ada kita lihat asap tipis,” kata Arliansyah, Rabu (9/9/2026).

Parit Dibangun untuk Basahi Lahan Gambut

Pembangunan parit lintang telah dimulai sejak 6 September 2026 ketika karhutla masih berlangsung. BPBD Inhil mengerahkan satu unit alat berat milik Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Inhil untuk mengerjakan pembangunan tersebut.

Selain membangun parit lintang, BPBD Inhil melakukan normalisasi parit, khususnya Parit 18 dan Parit 19 yang berada di sekitar lokasi karhutla. Normalisasi dilakukan untuk memudahkan tim gabungan memperoleh sumber air sekaligus mengalirkannya ke kawasan yang didominasi lahan gambut.

“Tujuannya agar air lebih mudah didapat dan dialirkan sehingga lahan gambut bisa kembali basah. Ini penting untuk mencegah api muncul kembali dari bawah permukaan tanah,” jelas Arliansyah.

Menurutnya, kondisi lahan gambut yang kering membuat api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran api di permukaan telah padam. Karena itu, pembasahan lahan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Personel Masih Disiagakan di Lokasi

BPBD Inhil masih menempatkan sejumlah personel di lokasi bekas karhutla untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran susulan. Peralatan pemadaman juga tetap disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.

Karhutla di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026. Area yang terbakar diperkirakan didominasi semak belukar, hutan, serta perkebunan milik warga.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, dan Damkar Inhil menghadapi kendala berupa kondisi lahan gambut yang kering serta terbatasnya sumber air.

Kondisi tersebut membuat penanganan membutuhkan waktu dan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut.