Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi kinerja sejumlah Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain rutin mengangkut sampah setiap hari, partisipasi warga dalam program LPS di beberapa wilayah juga telah mencapai 95 persen.
Hal tersebut disampaikan Agung saat menghadiri pertemuan bersama pengurus LPS di Kediaman Wali Kota Pekanbaru, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, sejumlah LPS bahkan telah menjangkau hingga 3.000 kepala keluarga dalam layanan pengangkutan sampah.
“Mereka sudah mulai menunjukkan kinerja yang baik, jumlah warga yang dijangkau LPS ada yang sudah tiga ribu KK,” kata Agung.
Agung bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho, juga mengapresiasi LPS yang telah memiliki fasilitas pengolahan sampah mandiri. Melalui pengelolaan tersebut, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Jadi tidak semua sampah yang dibuang ke TPA, ada juga sampah yang sudah diolah,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra.
Pemko Ingatkan Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan
Agung menyebutkan terdapat 30 LPS yang masuk kategori terbaik dari total 83 LPS yang saat ini beroperasi di Kota Pekanbaru. Pemerintah kota memberikan apresiasi sekaligus mendorong seluruh LPS agar semakin aktif dalam menjalankan tugasnya.
Meski demikian, Agung mengakui masih ada sebagian warga yang belum bersedia mengikuti sistem pengangkutan sampah melalui LPS. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian sejak sistem pengelolaan sampah berbasis LPS diterapkan pada Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak diwajibkan mengikuti layanan LPS. Namun, warga yang memilih tidak bergabung tetap harus membuang sampah langsung ke TPA dan tidak diperbolehkan membuang sampah sembarangan.
“Masyarakat yang tidak ikut LPS bisa membuang sampah langsung ke TPA, bukan di pinggir jalan,” tegasnya.
Agung juga mengingatkan agar LPS tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah rumah tangga. Menurutnya, petugas LPS perlu berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan memastikan tidak ada penumpukan sampah di wilayah kerjanya.
Selain itu, warga yang memanfaatkan layanan LPS diharapkan bersedia membayar iuran sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Pekanbaru.







Komentar