Istri Warga Suku Akit Tewas Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai Metas

Siak45 Dilihat

Siak (Riaunews.com) – Seorang perempuan bernama Santi (22), warga Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, meninggal dunia setelah diterkam buaya muara saat mencuci pakaian di tepi Sungai Metas, Kamis (11/6/2026) petang.

Korban yang merupakan bagian dari komunitas Suku Akit Anak Rawa itu diserang saat beraktivitas di pelantar depan bedeng tempat tinggalnya sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian korban tengah mencuci pakaian di pelantar yang berada di tepi sungai. Tiba-tiba seekor buaya muara berukuran besar muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban.

Buaya tersebut kemudian menyeret korban ke dalam sungai. Peristiwa itu memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi dan langsung melakukan pencarian.

Warga bersama pihak terkait berupaya mencari korban hingga malam hari. Setelah beberapa jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” kata Tengku Muhtasar, Jumat (12/6/2026).

Ditemukan Berjarak 200 Meter

Tengku Muhtasar menjelaskan, jasad korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal saat korban diterkam buaya. Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama suaminya, Kolet (32), yang kehilangan istrinya secara tragis.

Pemerintah Kecamatan Sungai Apit turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Metas.

“Kami ikut berdukacita atas musibah yang diterima saudara Kolet atas meninggalnya almarhumah istrinya. Untuk warga di lokasi kejadian, kami menghimbau agar lebih hati-hati dalam beraktivitas di lokasi tersebut, utamakan keselamatan. Lihat kondisi dan situasi di sekitar saat melakukan aktivitas,” ujar Tengku Muhtasar.

Pihak kecamatan mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di bantaran sungai, terutama di kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya, agar selalu waspada guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.