Pekanbaru (Riaunews.com) – Kinerja sektor perhotelan di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 45,49 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan TPK merupakan indikator yang menggambarkan tingkat produktivitas usaha akomodasi melalui persentase kamar hotel yang berhasil terjual.
“Pada April 2026, TPK hotel berbintang di Provinsi Riau tercatat sebesar 45,49 persen. Artinya, dari seluruh kamar yang tersedia di hotel berbintang, sekitar 45 hingga 46 persen kamar terjual setiap malamnya,” ujar Asep Riyadi, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, angka tersebut meningkat 5,24 poin dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 40,25 persen. Sementara jika dibandingkan dengan April 2025 yang berada pada level 43,31 persen, TPK hotel berbintang di Riau naik 2,18 poin.
Kenaikan tingkat hunian kamar tersebut menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas tamu yang memanfaatkan jasa akomodasi di berbagai daerah di Riau selama April 2026.
Selain mencatat peningkatan okupansi, BPS juga melaporkan rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang pada April 2026 mencapai 1,28 malam. Secara umum, tamu hotel di Riau menghabiskan waktu menginap antara satu hingga dua malam.
“Secara umum, tamu yang menginap di hotel berbintang di Riau menghabiskan waktu antara satu hingga dua malam,” kata Asep.
Berdasarkan asal tamu, wisatawan mancanegara tercatat memiliki durasi menginap yang lebih panjang dibandingkan wisatawan domestik. RLMT tamu asing mencapai 2,06 malam atau rata-rata dua hingga tiga malam, sedangkan tamu domestik tercatat 1,27 malam atau sekitar satu hingga dua malam.
BPS juga mencatat bahwa berdasarkan klasifikasi hotel, rata-rata lama menginap tamu, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, paling tinggi terjadi pada hotel berbintang empat.
