Diduga Terorganisir, Saksi Sebut Penyerangan Karyawan PT SBP Libatkan Massa Bersenjata

Rengat (Riaunews.com) – Seorang saksi di lapangan, Edi Yanto, menilai penyerangan terhadap karyawan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) di Kabupaten Indragiri Hulu diduga dilakukan secara terorganisir. Ia menyebut kelompok yang datang ke lokasi telah membawa berbagai jenis senjata sebelum melakukan aksi penyerangan.

Edi mengaku melihat sekelompok massa mendatangi area perusahaan dengan membawa senjata tajam, tiga pucuk pistol, serta satu pucuk senapan angin. Menurutnya, kelompok tersebut kemudian menyerang sejumlah karyawan PT SBP yang berada di lokasi.

“Kami melihat sekelompok massa datang membawa senjata tajam, tiga pucuk pistol dan satu senapan angin. Setelah itu mereka melakukan penyerangan terhadap karyawan PT SBP,” kata Edi Yanto dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Akibat peristiwa itu, sejumlah karyawan dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Sebelumnya, lima karyawan PT SBP dilaporkan menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh sekelompok orang tak dikenal di area perusahaan.

Diduga Terkait Masuknya Alat Berat

Edi menuturkan, setelah para karyawan mundur akibat serangan tersebut, ia melihat satu unit alat berat ekskavator masuk ke area yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Menurutnya, kemunculan alat berat itu perlu didalami karena diduga berkaitan dengan peristiwa penyerangan.

“Setelah karyawan mundur, terlihat satu unit ekskavator masuk ke area dekat lokasi penyerangan dan mulai bekerja. Hal itu juga disaksikan oleh beberapa saksi lain di lapangan,” ujarnya.

Humas PT SBP, Rahman Manurung, meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh hubungan antara para pelaku penyerangan dengan masuknya alat berat tersebut. Ia juga mendesak aparat mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik kejadian itu.

“Kami meminta kepolisian mengurai hubungan antara pelaku penyerangan dengan alat berat yang masuk ke lokasi. Selain itu, siapa pun yang menjadi aktor intelektual di balik kejadian ini harus diungkap,” tegas Rahman.

Rahman juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu yang menurutnya perlu diperiksa lebih lanjut. Ia meminta proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Indragiri Hulu, Iptu Adlin, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk pemeriksaan saksi-saksi untuk menentukan siapa para pelaku. Kalau sudah ada titik terang, nanti akan disampaikan,” ujarnya.