BMKG: Hujan Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Riau, 13 Hotspot Terdeteksi di Rohil

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (2/6/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada sore hingga malam hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Sanya G, mengatakan pada pagi hari cuaca umumnya berada dalam kondisi udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hari, hujan ringan yang bersifat lokal diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Pelalawan. Sementara pada sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau perkembangan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan data pukul 23.00 WIB, terdeteksi 236 hotspot dengan sebaran terbanyak berada di Aceh sebanyak 65 titik, Sumatera Selatan 49 titik, Sumatera Barat 31 titik, serta Riau sebanyak 13 titik.

“Di Provinsi Riau sendiri terdeteksi 13 hotspot dan seluruhnya berada di Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi ini menunjukkan aktivitas titik panas masih perlu diwaspadai meskipun jumlahnya menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya,” ujar Sanya. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Komentar