Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah mahasiswa Universitas Lancang Kuning menggelar aksi demonstrasi menuntut transparansi pengelolaan anggaran kampus, Rabu (6/5/2026). Aksi yang berlangsung di lingkungan kampus itu sempat memanas setelah massa kecewa karena Rektor Unilak, Junaidi, tidak hadir menemui mahasiswa.
Kekecewaan mahasiswa semakin bertambah setelah muncul informasi bahwa rektor sedang berada di luar negeri saat aksi berlangsung. Jenderal Lapangan aksi, Munawar Harahap, mengatakan mahasiswa menunggu penjelasan langsung dari pimpinan kampus terkait berbagai persoalan yang mereka soroti.
Soroti Turap Kampus hingga Rencana Gedung Rp10 Miliar
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti minimnya keterbukaan penggunaan anggaran kampus serta persoalan keselamatan infrastruktur. Salah satu isu yang kembali mencuat ialah proyek turap kampus yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Selain itu, massa juga mempertanyakan rencana pembangunan gedung serbaguna senilai sekitar Rp10 miliar. Mahasiswa meminta dilakukan evaluasi dan audit menyeluruh agar proyek berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Kebijakan kenaikan biaya pendidikan turut dipersoalkan. Mahasiswa menilai kenaikan biaya kuliah belum diiringi peningkatan fasilitas maupun transparansi pengelolaan anggaran kampus.
Aksi ini merupakan lanjutan demonstrasi yang telah berlangsung sejak 28 April 2026. Mahasiswa menilai hingga kini pihak kampus belum memberikan jawaban substantif terhadap tuntutan yang disampaikan.
Untuk meredam situasi, pihak kampus mengutus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Hardi, menemui massa aksi. Namun sebagian mahasiswa menilai pertemuan tersebut belum menghasilkan solusi konkret dan hanya berisi penjelasan normatif.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan itu hingga ada langkah nyata dan keterbukaan dari pihak kampus. Sementara itu, Ketua Yayasan Prof Irwan Effendi maupun Rektor Unilak belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.