Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Indragiri Hilir, Andi Darma Taufik, meminta pemerintah pusat segera merealisasikan hilirisasi kelapa di Indragiri Hilir. Menurutnya, saat ini hanya terdapat satu pabrik pengolahan kelapa di wilayah tersebut, yakni PT Pulau Sambu.
Andi mengatakan jumlah petani kelapa di Indragiri Hilir sangat banyak, sementara kapasitas pabrik tidak mampu menampung seluruh hasil panen secara bersamaan. Kondisi itu membuat petani harus mengantre agar kelapanya dapat masuk ke pabrik pengolahan.
Akibat keterbatasan daya tampung tersebut, harga kelapa di Indragiri Hilir mulai mengalami penurunan dan dikhawatirkan terus anjlok apabila tidak segera ditangani.
Melihat kondisi itu, Andi berharap pemerintah segera mempercepat program hilirisasi kelapa, baik dari sisi hilir maupun penguatan sektor hulu.
“Saat ini harga kelapa memang masih Rp3.700 per buah. Namun apabila tidak ditindaklanjuti dengan segera, maka hukum ekonomi akan berlaku,” ujar Andi, Kamis (7/5/2026).
Hilirisasi Dinilai Jadi Solusi
Menurut Andi, semakin banyak produksi tanpa diimbangi penyerapan industri, harga komoditas akan terus turun. Sebaliknya, jika produksi terbatas maka harga akan meningkat.
Karena itu, ia menilai hilirisasi menjadi solusi utama untuk mengatasi overload produksi kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir. Ia juga tidak ingin kembali terjadi ekspor kelapa mentah dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
“Kondisi ini tentunya membuat petani melemah karena daya beli mereka juga lemah. Jadi ada potensi melihat begitu banyaknya kelapa di Inhil. Kita lihat fenomena hari ini, tentu peluang dan potensi percepatan hilirisasi di Kabupaten Indragiri Hilir,” ungkapnya.
Andi menambahkan, percepatan hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, memperluas penyerapan hasil panen petani, serta memperkuat perekonomian masyarakat di daerah sentra kelapa tersebut.







Komentar