Jadi Sorotan Saat Hardiknas, Mahasiswa Keluhkan Biaya KKN di IAIN Bengkalis Capai Ratusan Juta

Pekanbaru (Riaunews.com) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bengkalis diwarnai sorotan terhadap kebijakan biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Mahasiswa mengeluhkan besarnya biaya yang harus ditanggung, bahkan mencapai ratusan juta rupiah secara keseluruhan.

Keluhan muncul karena seluruh kebutuhan KKN dibebankan kepada peserta, mulai dari alat tulis kantor (ATK), seragam, konsumsi rapat, hingga pembekalan. Namun, yang paling disorot adalah kewajiban mahasiswa menanggung honorarium 25 dosen pembimbing lapangan (DPL), termasuk biaya transportasi, penginapan, dan uang harian.

Kampus Sebut Sudah Disepakati

Total anggaran untuk komponen tersebut disebut mencapai lebih dari Rp352 juta. Kondisi ini memicu keresahan, terutama karena banyak mahasiswa berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut, namun khawatir menyampaikan protes secara terbuka. Ia menilai pembebanan honor dosen kepada mahasiswa tidak adil.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Bengkalis, Asruari Misda, menyatakan bahwa Rencana Anggaran Biaya (RAB) KKN telah disepakati bersama perwakilan mahasiswa melalui ketua kelas (kosma).

Ia juga menjelaskan adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat yang membuat honor dosen pembimbing tidak dapat dianggarkan oleh kampus, sehingga sementara dibebankan kepada mahasiswa.

Meski demikian, pihak kampus membuka ruang dialog bagi mahasiswa yang keberatan dan mempersilakan aspirasi disampaikan melalui kosma untuk dibahas kembali.