Siak (Riaunews.com) – Harapan petani di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak, mulai terwujud seiring hadirnya alat panen modern yang mempermudah proses produksi. Dua unit mesin panen combine harvester kini digunakan untuk mendukung percepatan panen dan efisiensi kerja petani.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis combine harvester Harfia 110 Max kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki Bungaraya serta brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kamis (9/4/2026).
Bantuan dari Kementerian Pertanian ini diharapkan mampu memangkas waktu panen yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari menjadi lebih cepat dan efisien.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani. Kita berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat dan hasil pertanian meningkat,” ujar Syamsurizal.
Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Kehadiran combine harvester dinilai tidak hanya mempercepat panen, tetapi juga mengurangi beban tenaga kerja serta menekan biaya operasional. Selama ini, proses panen menjadi salah satu tahapan paling melelahkan bagi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Siak, Kaharuddin, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil usulan daerah untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
“Untuk tahap ini, kita menerima dua unit. Satu untuk Gapoktan Bungaraya dan satu untuk brigade dinas yang bersifat mobile,” jelasnya.
Dengan nilai sekitar Rp500 juta per unit dari APBN 2026, alat ini mulai dioperasikan untuk mempercepat panen sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil di lapangan.
Dukung Program Pertanian Terpadu
Selain mempercepat panen, alsintan ini juga mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya penanaman padi gogo di sela kebun sawit di sejumlah kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis.
Program tersebut menargetkan luas tanam mencapai 750 hektare pada 2026. Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi lahan seluas 600 hektare serta peningkatan indeks pertanaman padi di Bungaraya dari 250 menjadi 300.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
