Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, masih terus berlangsung dan kini berstatus waspada.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 hektare dalam kurun waktu sekitar 10 hari terakhir.
Camat Bantan, Aulia Fikri, mengatakan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi meski terdampak asap kebakaran.
“Belum ada masyarakat yang mengungsi. Saat ini masih tahap waspada, dan kita terus melakukan pengecekan kesehatan warga bersama tenaga kesehatan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan, evakuasi akan segera dilakukan apabila kondisi memburuk.
Menurutnya, kebakaran dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api cepat merambat.
Api awalnya muncul di wilayah Teluk Lancar, kemudian meluas ke Kampung Baru dan sekitarnya karena tidak adanya hujan.
Saat ini, titik api masih aktif di Desa Teluk Lancar dan Kampung Baru, sementara wilayah Muntai Barat dilaporkan sudah berhasil dikendalikan.
Kendala dan Upaya Pemadaman
Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mesin pompa air. Namun, kendala tersebut kini telah teratasi.
“Untuk BBM sudah kita siapkan untuk beberapa hari ke depan, sehingga pemadaman bisa terus berjalan maksimal,” tambahnya.
Tim Gabungan Terus Berjibaku
Upaya pemadaman melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, BNPB, Manggala Agni, Satpol PP hingga masyarakat peduli api.
Pemerintah setempat mengapresiasi seluruh pihak yang terus berjibaku di lapangan dalam upaya menanggulangi karhutla tersebut.







Komentar