Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali meningkat pada Minggu (29/3/2026). Berdasarkan pantauan BMKG melalui citra satelit, tercatat sebanyak 229 hotspot di Riau dari total 352 titik panas di wilayah Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, mengatakan sebaran hotspot masih didominasi wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Bengkalis yang mencatat jumlah tertinggi.
“Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 147 titik,” ujarnya.
Selain Bengkalis, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 36 titik, Indragiri Hilir 35 titik, Kota Dumai 9 titik, serta masing-masing 1 titik di Kampar dan Indragiri Hulu.
Potensi Karhutla Meningkat
Sementara itu, di luar Riau, hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lain di Sumatera, di antaranya Aceh 9 titik, Sumatera Selatan 9 titik, Sumatera Barat 1 titik, Kepulauan Riau 81 titik, Bangka Belitung 12 titik, dan Jambi 11 titik.
Peningkatan jumlah hotspot ini mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih cukup tinggi di beberapa wilayah Riau, terutama di daerah pesisir yang rawan terbakar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat meluas dengan cepat, terutama saat kondisi cuaca mendukung.
Pemantauan hotspot sendiri dilakukan secara berkala menggunakan satelit untuk mendeteksi titik panas secara dini guna meminimalkan dampak kebakaran yang lebih luas.







Komentar