Pemprov Riau Luncurkan Gebyar Wajib Pajak Patuh 2026, Hadirkan Hadiah Motor hingga Emas

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi meluncurkan program “Gebyar Apresiasi Wajib Pajak Patuh 2026” sebagai strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, mengatakan program ini menjadi terobosan baru dengan mengalihkan fokus dari pemutihan denda ke pemberian penghargaan bagi wajib pajak yang disiplin.

“Langkah ini diambil untuk menciptakan budaya patuh pajak yang berkelanjutan di Riau,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Kolaborasi dan Sistem Undian

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bapenda Riau dan Jasa Raharja. Ditujukan bagi wajib pajak orang pribadi, program ini berlaku untuk kendaraan roda dua dan roda empat berpelat BM yang terdaftar di Samsat Riau.

Wajib pajak yang membayar tepat waktu secara otomatis akan masuk dalam sistem undian elektronik Samsat.

Program dibagi dalam dua periode. Periode pertama berlangsung 1–31 Maret 2026 dengan hadiah dua logam mulia masing-masing 1 gram.

Sementara periode kedua (1 April–30 Juni 2026) menawarkan hadiah lebih besar, termasuk grand prize emas batangan 5 gram, dua unit sepeda motor Yamaha, serta dua unit sepeda motor Honda. Selain itu, tersedia juga hadiah logam mulia dengan berbagai ukuran.

Syarat dan Mekanisme

Untuk mengikuti program ini, wajib pajak harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki STNK dan TBPKP yang sah, serta tidak memiliki tunggakan pajak.

Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari Samsat konvensional, Samsat Drive Thru, hingga aplikasi digital seperti Signal.

Bapenda memastikan proses pengundian dilakukan secara transparan menggunakan basis data NIK dan nomor polisi kendaraan.

“Pengundian akan disiarkan secara langsung dan disaksikan notaris, kepolisian, serta Dinas Sosial agar akuntabel,” tegas Ninno.

Melalui program ini, Pemprov Riau berharap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu semakin meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.