Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Rois mengingatkan pentingnya aspek keselamatan transportasi menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menilai persiapan harus dilakukan sejak dini mengingat waktu menuju Lebaran kini tinggal sekitar 12 hari lagi.
Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kendaraan pribadi sehingga transportasi umum masih menjadi pilihan utama untuk melakukan perjalanan mudik.
Untuk perjalanan darat, moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah bus. Sementara itu, masyarakat yang menuju wilayah kepulauan biasanya mengandalkan transportasi laut seperti kapal.
Karena itu, Rois menegaskan kesiapan armada serta kelayakan operasional transportasi umum harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
“Satu hal yang perlu menjadi kesepakatan dan keinginan kita bersama bahwa faktor keselamatan dan keamanan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Oleh karena itu, kelayakan kendaraan itu menjadi sesuatu yang wajib,” ujar Rois, Senin (9/3/2026).
Ia mencontohkan, pada angkutan bus terdapat sejumlah aspek teknis yang harus dipastikan layak jalan, mulai dari kondisi ban yang sesuai dengan jarak tempuh hingga sistem pengereman kendaraan.
Dishub Diminta Perketat Pengawasan
Rois juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru memaksimalkan pengawasan terhadap kendaraan yang akan digunakan untuk angkutan mudik.
Menurutnya, setiap kendaraan yang akan beroperasi mengangkut penumpang wajib melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kelayakan kendaraan.
“Sehingga kemungkinan terjadinya insiden bisa diminimalisir. Kalau ada hal-hal lain, itu di luar kemampuan manusia. Tapi batas kemampuan yang bisa kita lakukan harus dimaksimalkan. Cek kendaraan sebelum berangkat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap kapasitas penumpang. Kendaraan angkutan umum, kata dia, tidak boleh membawa penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
“Kalau kapasitasnya 40 orang, jangan diisi lebih dari itu. Termasuk barang angkutan. Karena itu berpengaruh pada ketahanan ban dan komponen lainnya,” katanya.
Hal serupa juga berlaku pada transportasi laut. Kapal yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas sangat berisiko, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau gelombang tinggi.
“Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi keselamatan jiwa tidak dipikirkan. Itu yang tidak kita inginkan,” tegas Rois.
Ia menambahkan, kendaraan yang beroperasi selama arus mudik harus benar-benar memenuhi standar kelayakan dan persyaratan keselamatan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.







Komentar