BNPB Kirim Dua Helikopter Patroli untuk Penanganan Karhutla di Riau

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua unit helikopter patroli untuk membantu penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, dua helikopter tersebut saat ini sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin dan siap dioperasikan.

“Kita mendapatkan bantuan dua unit helikopter patroli dari BNPB, yakni masing-masing tipe Bell 206 B3 dengan registrasi PK-FPA dan Bell 206 L4 registrasi PK-ZGK. Keduanya sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru,” kata Jim Gafur, Minggu (8/3/2026).

Helikopter tersebut akan digunakan untuk melakukan patroli udara di wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla. Jika ditemukan titik api saat patroli, informasi akan langsung diteruskan kepada tim gabungan untuk dilakukan pemadaman.

“Helikopter ini akan melakukan patroli udara di wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Jika ditemukan titik api, akan langsung dilaporkan kepada tim gabungan untuk dilakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

Karhutla Terjadi di 11 Daerah

Selain bantuan helikopter, sebelumnya BNPB juga telah mengirimkan pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membuat hujan buatan di wilayah pesisir Riau yang curah hujannya mulai berkurang.

BPBD mencatat hingga awal tahun 2026, kebakaran hutan dan lahan sudah terjadi di 11 kabupaten/kota di Riau dengan total luas mencapai 1.161,64 hektare.

Daerah yang terdampak antara lain Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Rinciannya, luas karhutla tercatat Pelalawan 681,5 hektare, Bengkalis 228,51 hektare, Siak 65,32 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, Kampar 38,45 hektare, Dumai 34,12 hektare, Pekanbaru 17,45 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Rokan Hilir 12 hektare, Kuantan Singingi 3 hektare, dan Indragiri Hulu 2,7 hektare.

“Dari rincian tersebut juga ditemukan sebanyak 1.974 hotspot atau titik panas di wilayah Riau,” pungkas Jim.

Komentar