Neraca Perdagangan Riau Januari 2026 Surplus US$1,22 Miliar

Pekanbaru (Riaunews.com) – Neraca perdagangan Riau pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar US$1,22 miliar. Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyebut surplus tersebut ditopang sektor nonmigas sebesar US$1,20 miliar dan migas sebesar US$15,00 juta, meski turun US$175,69 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Riau Januari 2026 mencapai US$1,85 miliar atau naik 23,16 persen dibanding Januari 2025. Ekspor nonmigas sebesar US$1,79 miliar juga tumbuh 29,06 persen. Komoditas dengan kenaikan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati yang melonjak US$495,27 juta atau 75,77 persen, sementara penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar US$77,44 juta atau turun 34,03 persen.

Tujuan utama ekspor nonmigas adalah Tiongkok sebesar US$244,12 juta, disusul India US$230,85 juta, dan Pakistan US$128,07 juta, dengan kontribusi gabungan 33,75 persen. Ekspor ke kawasan ASEAN tercatat US$288,84 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$165,63 juta. Secara sektoral, ekspor industri pengolahan naik 29,94 persen, sedangkan pertanian turun 8,84 persen.

Di sisi lain, impor Riau melonjak tajam menjadi US$629,07 juta atau naik 494,97 persen dibanding Januari 2025. Impor migas naik 1.537,80 persen menjadi US$47,31 juta, sedangkan nonmigas meningkat 465,68 persen menjadi US$581,76 juta. Kenaikan terbesar berasal dari komoditas kapal terbang dan bagiannya sebesar US$398,19 juta.

Tiga negara pemasok impor nonmigas terbesar adalah Prancis sebesar US$399,17 juta (68,61 persen), Tiongkok US$44,64 juta, dan Kanada US$30,86 juta. Berdasarkan penggunaan, impor barang modal melonjak 8.525,53 persen menjadi US$421,72 juta, diikuti bahan baku/penolong naik 105,93 persen dan barang konsumsi naik 37,53 persen.

Komentar