Bengkalis (Riaunews.com) – Memasuki hari ketiga Ramadan, aktivitas jual beli di pasar tradisional Pulau Bengkalis terpantau sepi. Kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama komoditas daging dan ikan yang mengalami lonjakan signifikan dibandingkan sebelum puasa.
Di Pasar Terubuk Bengkalis, yang biasanya ramai pada akhir pekan, jumlah pengunjung dan barang dagangan sama-sama menurun. Pasokan ikan basah juga berkurang, sehingga berdampak pada kenaikan harga dan terbatasnya pilihan jenis ikan di pasaran.
Harga ikan gembung tercatat mencapai Rp65 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp48 ribu. Ikan tenggiri naik menjadi Rp95 ribu per kilogram dari Rp65 ribu, sedangkan ikan parang ukuran besar kini dijual Rp75 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp55 ribu.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas daging. Daging sapi segar kini dijual sekitar Rp170 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp150 ribu. Daging kambing naik menjadi Rp150 ribu per kilogram dari Rp140 ribu, sementara ayam potong dijual Rp37 ribu per kilogram dari Rp34 ribu dan ayam kampung mencapai Rp65 ribu per kilogram dari Rp55 ribu.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut. Yeni, salah seorang pembeli, mengatakan anggaran belanja mingguan kini tidak lagi mencukupi akibat kenaikan harga. Ia juga menyebutkan cabai Bukittinggi dijual Rp70 ribu per kilogram dan cabai rawit mencapai Rp90 ribu per kilogram.
Meski harga tinggi, permintaan daging tetap meningkat karena kebutuhan konsumsi saat berbuka dan sahur. Pengunjung pasar lainnya, Dina, mengaku tetap membeli daging dalam jumlah terbatas untuk kebutuhan keluarga, sembari berharap harga bahan pokok kembali stabil dalam waktu dekat.
