Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebutuhan daging sapi di Kota Pekanbaru mengalami lonjakan signifikan selama Ramadan 1447 Hijriah. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat dibandingkan hari biasa.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, Maisisco, mengatakan jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Cipta Karya meningkat drastis. Jika pada hari normal hanya sekitar 35 ekor per hari, selama Ramadan jumlahnya melonjak hingga sekitar 105 ekor atau tiga kali lipat.
“Walau mengalami peningkatan kebutuhan pada bulan puasa ini, tapi ketersediaannya tercukupi,” ujar Maisisco, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar sapi yang dipotong di RPH berasal dari luar daerah seperti Lampung. Meski begitu, seluruh proses pemotongan dipastikan berlangsung sesuai standar halal dan higienis.
“Kami memastikan proses pemotongan daging sesuai SOP dan layak untuk konsumsi,” jelasnya.
Selain itu, Distankan juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap dokumen dan kondisi kesehatan sapi yang masuk ke Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat sebelum dipotong.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat merebak di sejumlah daerah. Pemerintah pun mengingatkan para distributor agar hanya memasok sapi yang sehat dan memiliki mutu baik demi menjaga keamanan konsumsi masyarakat.
